Tampilkan postingan dengan label Kerikil Lepas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerikil Lepas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

SEBAB AKU BUKAN SARJANA

Stop... Jangan Cintai mereka karena kau bukan sarjana, begitulah kalimat yang selalu aku katakan kepada diriku sendiri bila aku merasakan aku menyukai seorang perempuan.
 

Sama seperti yang selalu aku katakan kepada mereka yang bertanya soal aku. status sebagai seorang yang bukan sarjana menjadi jawaban pertanyaan mereka. ada yang langsung menjawab "oooo" saja ada pula yang langsung bersikap seolah menjadi penguasa seluruh alam. bercerita penuh kesombongan dan aku... hanya tersenyum saja melihatnya. iya, wajahku memang terlihat tersenyum tapi dalam hatiku. aku ingin sekali menggamparnya.


Status ketidak sarjanaanku ini juga menjadi penanda batas buatku dengan keluargaku. Semua yang kubicarakan tak ada artinya buat kedua orang tuaku sebabnya ya itu tadi aku bukan sarjana dan berarti aku sudah menghempaskan mimpi mereka tentang aku. 

Dari sinilah aku berfikir dan bertanya,  bukankah aku kuliah atas kemauanku sendiri? atau ini ada hubungannya dengan biaya yang mereka keluarkan untukku saat aku kuliah tapi ternyata putus ditengah jalan?    

Sampai pernah terlintas untuk pergi saja meninggalkan orang tuaku alias minggat. Sebab dirumah ini aku seperti seorang yang paling bodoh dan tak bisa menggunakan otaknya untuk berfikir. Pernah juga aku berfikir untuk bunuh diri sampai - sampai aku menyimpan sebuah pisau lipat di kamarku. Bila ada sempat, aku "bermain - main" dengan pisau lipat itu.


Stop.... Jangan Cintai Aku. Pernah seorang perempuan "ingin" membagi rasa cintanya denganku namun semua harus kutepis bukan  karena aku tak mau bersyukur dengan itu namun ini mengenai pernyataannya "masa' penghasilan isteri lebih besar dari pada penghasilan suami" pernyataannya ini keluar saat kami berbicara soal kerja kami masing - masing. Aku memilih kerja yang biasa - biasa saja dengan penghasilan yang cukup, meski kerja yang kupilih itu masih dalam bentuk impian. Sedang dia saat itu sudah bekerja dan penghasilannya pun bisa dikatakan besar. Maka keluarlah pernyataan itu. Langsung saja kuputus sambungan telpon dan memaki - maki. Untung saja hubungan kami tidak berlanjut.Syukurlah


Stop.... Jangan Cintai Aku. Dan jangan pula mengasihani aku. hahahahaha..........

Dengan statusku ini aku sudah belajar untuk lebih jeli lagi menilai orang. Mana yang benar - benar ingin berteman dan menyukaiku tanpa perduli dengan apakah aku sarjana atau bukan dan mana yang hanya pura - pura saja. Aku pun juga belajar untuk tidak meremehkan orang lain. Siapa pun dia.

 

Urusan status ketidak sarjanaanku perlahan - lahan tak lagi kupikirkan. Yang kupikirkan sekarang adalah bagaimana menghidupi diriku sendiri dengan menulis. Meski tulisanku tak pernah sekalipun dimuat di beberpa media yang pernah kukirimi tulisanku. tapi tetap ku Syukuri. Sebab aku bisa menulis dan memiliki buku bacaan yang lumayan banyak. 

 

Stop....Jangan Cintai Aku, sebab aku bukan sarjana.Bila kesarjanaanku lebih penting daripada cintaku kepadamu. Atau kesarjanaanmu lebih penting dari Cintaku. 

 





Minggu, 15 Juli 2012

PURNAMA TERBELAH


Sungguh aku tak tahu apa yang terjadi semalam. Sebuah kejadian diluar akal sehatku, bila saat itu pun aku benar – benar sepenuhnya berada di alam sadarku bukan hasil gambaran alam bawah sadarku yang tengah bermain atau lebih tepatnya mempermainkan aku.

Sabtu malam tanggal 14 Juli 2012,
Saat itu aku melihat purnama terbelah menjadi dua. Terpisah, benar – benar terpisah. Sebagian menghilang dan sebagian lagi tetap berada ditempatnya sebagaimana kedudukan awalnya ketika masih utuh. Sebagian yang menghilang itu seperti mundur untuk kemudian berlindung pada sebagian lagi yang masih tetap pada kedukukannya semula sebagaimana saat masih utuh.

Perlahan – lahan, bagian yang satu itu menghilang berlindung dibalik sebagian yang lain. Padaku tak ada tanya, hanya mulutku yang ternganga. Padaku tak ada benci, hanya hati yang mulai mencintai. Entah kepada sebagian yang tetap pada kedudukannya sebelum dia terbelah atau pada sebagian yang perlahan mundur dan bersembunyi di balik sebagian yang tetap di kedudukannya itu. Namun yang pasti aku jatuh cinta tapi aku sungguh tak tahu pada penggalan yang mana.

Bintang – bintang begitu banyak tapi seperti tak mengacuhkan kejadian itu. Mereka asyik bercanda. Mereka asyik bernyanyi seakan purnama yang terbelah hanyalah kejadian yang biasa saja bagi mereka.

Penggalan purnama yang masih tetap berada pada kedudukannya semula sebagaimana dia belum terpisah, tersenyum melihat kebingunganku. Sementara sebagian dari dirinya yang kini bersembunyi, mengintip memandangiku tanpa ekspresi apa – apa.
Sekali lagi aku katakan, aku jatuh cinta tapi entah pada penggalan yang mana? Aku tak mungkin menyatukan keduanya karena sedikit pun aku tak punya kekuatan apa – apa agar mereka bisa kembali bersama, kembali utuh seperti sebelumnya. Penggalan yang tersembunyi kini hanya seperti bayang – bayang terbalik dari penggalan yang masih tetap berada pada kedudukannya semula, saat mereka masih utuh. 

Dan jujur kukatakan, 
Aku Jatuh Cinta……Lagi.                                                                                                                                                                                                                   15 Juli 2012
           

Rabu, 23 Mei 2012

BUNTU

kalau tidak dipaksakan, kita tidak akan pernah bisa melakukannya apalagi mengenai sesuatu yang sudah pernah dilakukan dan ini bisa saja terjadi pada setiap orang dimana ada saatnya seseorang mendapatkan dirinya tidak bisa melakukan sebuah pekerjaan padahal pekerjaan itu sudah dilakoninya disepanjang umurnya.

tak ada pilihan lain untuk terus mencoba dan mencoba melakukannya. toh itu bukan hal yang baru. itu adalah sesuatu yang sudah lama tidak dikerjakan saja tinggal bagaimana kembali membiasakan diri atau dalam kata lain kembali menjalin konektivitas dengan apa yang pernah dikerjakan dan kemudian untuk beberapa saat lamanya ditinggalkan.

sesalan tak berlaku disini. yang ada sekarang tuntutan untuk mengerjakannya. baik atau buruk bukan lagi penilaian namun baaimana kesungguhan untuk menjalaninya. kalau selama ini orang hanya fokus pada hasil akhir itu adalah sesuatu yang tak bisa dijadikan contoh meskipun itu juga bukan sesuatu hal yang bisa dibilang salah.



Senin, 09 April 2012

Rabu, 28 Maret 2012

LUKA SAYATAN PERTAMA


Mungkin atau bahkan pastinya, seorang anak kecil akan menangis bila salah satu anggota badannya terluka dan mengeluarkan darah selanjutnya akan disusul dengan kepanikan dari orang tuanya hingga bisa menambah keabsahan bagi si anak untuk lebih mengeraskan suara tangisan. Sebuah pengantar yang buruk bukan? Dari sebuah tulisan pengalaman ketika salah satu jari saya teriris oleh pinggiran kaleng yang tajam.

Ada sebuah kegembiraan ketika ibu jari saya teriris oleh pinggiran kaleng yang tajam itu. Sedikit saya ceritakan bagaimana jari saya bisa samapai teriris oleh pinggiran kaleng walau singkat. Peristiwa itu terjadi pada hari sabtu siang entah pukul berapa, sebenarnya saya ingin menuliskan pukul satu akan tetapi saya merasa tidak berlaku jujur dalam sepenggal tulisan ini dan pastinya anda juga akan menganggap saya mengada – adakan cerita alias menuliskan sebuah pengalaman palsu atau bahkan bisa menuduh saya sebagai seseorang yang suka dengan rasa sakit. Tapi itu terserah anda dengan penilaian anda. Baik, kita lanjutkan lagi ceritanya.

Sabtu siang tanggal 24 maret 2012,  saya baru saja membeli sebuah ikan kaleng dan memang saya ingin memasak lauk hari itu. Kebetulan ibu dan ayah saja tidak ada jadi saya hanya sendiri saja dan sudah bisa dipastikan, tak ada orang yang akan menyiapkan nasi serta lauk jadi untuk itulah saya harus memotivasi diri saya sendiri tanpa harus menunggu untuk diberikan motivasi lewat layar kaca oleh seorang motivator yang terkenal dalam acara berjudul Golden Ways. Jalan keluar untuk mengatasi rasa lapar adalah dengan menanak nasi sendiri dan membeli ikan kaleng. Pilihan untuk membeli ikan kaleng menjadi sebuah pilihan satu – satunya sebagai jalan pintas agar tidak kepasar dan berlama – lama memilih serta bertransaksi baik itu dengan uang dan rasa percaya ketika membeli ikan mentah. Daripada saya harus melakukan dua transaksi tersebut  yang tentunya bisa berujung pada saling memperalat maka ada baiknya saya memilih untuk membeli ikan kaleng saja.

wajan dengan minyak goreng secukupnya sudah dipanaskan. Bumbu dan bahan sudah dipersiapkan nah tinggal membuka kaleng disaat membuka kaleng inilah ketika mengangkat bagian penutup kaleng yang sudah di potong oleh alat yang masih dalam alat modern itulah ibu jari saya teriris. memang cukup susah juga menjelaskan secara detil kronologis peristiwanya tapi begitulah yang terjadi.

Saya bukan tipe manusia yang suka dengan rasa sakit tapi hari itu semuanya menjadi lain oleh sebuah sayatan di ibu jari. Tentu saja ada rasa perih apalagi dengan darah yang keluar walaupun tak terlalu banyak, dan sebuah rasa senang tak terkira. Saya lalu mengingat – ingat dan bertanya kapan terakhir kali saya mendapat  luka dan melihat darah saya sendiri. Jawabannya adalah saya tidak tahu lagi kapan saya mendapatkan luka serta melihat darah saya sendiri keluar dari tubuh saya.  Lupa mungkin atau sudah terhapus dari memori otak saya, entahlah. Tapi yang pasti luka sayatan itu kembali memberi sebuah kesadaran bagi saya bahwa setiap peristiwa sekecil apapun pasti punya pesan dan kesan bagi manusia itu sendiri.

Tentu ada sebuah rasa senang ketika mendapat luka dan melihat darah saya sendiri. Karena saya tidak mengingat lagi kapan pertama kali saya mendapat luka dan kapan terakhir kali saya mendapat luka. Saya merasa seperti sedang mengalami bagaimana rasanya jatuh cinta untuk pertama kali. Semua orang pasti punya cerita yang berbeda – beda ketika merasakan jatuh cinta pada seseorang. Keinginan untuk bertemu sang pujaan hati begitu menggebu – gebu seakan tak mau lagi dipisahkan. Setiap saat ingin selalu berdekatan dan melihat wajah kekasih hati.

Begitupun dengan luka sayatan yang saya dapatkan, saya seperti ingin menambah lagi sayatannya supaya sembuhnya luka itu bisa sedikit lama apalagi kalau luka sayatan itu ditutupi pelester pasti lebih bisa mempertahankan kesenangan saya ketika mendapatkan luka itu. Sekali lagi, saya bukan tipe manusia yang suka dengan rasa perih dan sakit karena luka tapi rasa senang dari sebuah luka sayatan itulah yang membuat saya seperti merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Hampir setiap saat, saya melihat luka sayatan itu. Ketika saya menempelkan plester pun rasanya sungguh tidak tega walhasil plester yang saya gunakan hanya bisa bertahan tak lebih dari sepuluh menit saja.

Cukup susah juga untuk bisa menjelaskan bagaimana rasa senang yang menghinggapi hati saya. Ya seperti ketika merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Saya hanya bisa memberi penggambaran – penggambaran lewat tulisan ini saja tanapa pernah menyentuh inti dari perasaan senang yang saya alami sekarang. Entah apa tanggapan anda tentang rasa senang dari luka sayatan yang saya dapatkan ini. Tapi, tenang saja apapun tanggapan anda saya tetap menghargainya.  
Saya tak tahu lagi bagaimana saya harus meneruskan tulisan ini sebab rasa senang saya begitu mengebu – gebu kekacauan berfikir sedang menimpa saya. Saya ingin berbagi banyak cerita tentang rasa senang ini karena memang begitu banyak yang ingin saya ceritakan. Akan tetapi, saya tak bisa menjelaskannya dengan kata – kata hanya rasa senang saja. Tulisan ini menjadi cukup panjang pun itu karena saya berusaha memaksakan diri untuk menceritakannya. Dan tentu anda bisa menilai bagaimana kekacauan berbahasa yang dihasilkan. Anggaplah tulisan ini sebagai curahan hati dari seseorang yang untuk pertama kalinya mendapat luka sayatan. Saya mengatakan pertama kali mendapat luka sayatan karena saya tidak mengetahui lagi kapan sebenarnya saya mendapat luka sayatan pertama kali disepanjang hidup saya sampai sekarang ini.

Memang pernah terfikir untuk melukai diri sendiri dan merasakan sensasi dari luka itu tapi keberanian untuk melakukannya itu yang tidak saya punyai. Sehingga keinginan untuk melukai diri sendiri harus diurungkan oleh karena ketidakcukupan keberanian. Sampai – sampai saya harus menyimpan sebilah pisau didalam kamar saya.

Tidak ada keinginan untuk bunuh diri, karena bunuh diri, bagi saya adalah sebuah tindakan buat para pecundang apalagi kalau alasannya hanya karena putus cinta atau broken home. Meski dilain tempat, bunuh diri dilakukan untuk mempertahankan harga diri, seperti dalam tradisi samurai di  Jepang yang disebut dengan “Harakiri”.  

Sungguh, saya tak tahu lagi, harus menuliskan apa lagi tentang kesenangan ini. Kalaupun tulisan ini menjadi begitu panjang dan melelahkan untuk dibaca itu semata – mata karena saya ingin memancing keluar semua rasa senang saya agar inti dari perasaan senang mendapatkan luka sayatan ini terbuka.

Oh iya, saya baru ingat. Saya punya sedikit pesan buat anda para pembaca sekalian yang sudah atau akan mempunyai seorang atau dua orang atau bahkan tiga orang anak. Bila nanti, anak anda mendapatkan luka untuk pertama kalinya atau untuk kesekian kalinya apapun penyebab luka tersebut. saya berharap kepanikkan atau mungkin lebih tepat disebut sebagai kecemasan orang tua jangan lupa untuk sekedar mencatatnya atau kalau perlu di abadikan lewat selembar foto dan diberi sedikit keterangan bahwa itu adalah foto ketika anak anda mendapatkan luka dan menangis karena kesakitan serta melihat darahnya sendiri keluar dari tubuhnya untuk pertama kali atau untuk kesekian kalinya tapi tetap sebut saja sebagai pertama kali. Dan untuk anda pembaca sekalian, kapan anda pertama kali mendapatkan luka dan melihat darah anda sendiri dan kapan terakhir kalinya anda mendapatkan luka dan melihat darah anda sendiri?
Sekian.

Kaputi Indah, minggu 25 Maret 2012
(sehari setelah mendapat luka sayatan)

Senin, 23 Mei 2011

TENTANG DISKRIMINASI

diskriminasi sesama manusia bisa terjadi dalam keluarga tak mengherankan memang, sebab 32 tahun bukan waktu yang pendek untuk menanamkan pemikiran seperti itu.
anehnya lagi, itu tetap terawat sampai sekarang, sebab seperti yang kita tahu bahwa ada kalimat yang sering di gembar - gemborkan yang berbunyi :  meneruskan perjuangan para pahlawan. banyak yang merasa bangga dapat menjadi penerus cita - cita para pahlawan hanya saja dari sekian banyak cita - cita para pahlawan untuk kemerdekaan terselip seorang diktator yang memimpin negara ini 32 tahun lamanya dan di nobatkan sebagai pahlawan.

jadi, konsep kemerdekaan pahlawan lainnya pun teracuni oleh konsep kemerdekaan ala diktator dari cendana itu. kemerdekaan ala diktator cendana yang lebih mementingkan keluarga dan kerabat serta teman dekatnya itu pun terpelihara sampai sekarang. diskriminasi punterjadi dimana - mana. bahkan sampai dalam keluarga pun diskriminasi ala cendana pun merangsek masuk belum lagi konsep kemerdekaan yang penuh dengan diskriminasi mendapat cap halal dari institusi agama walhasil persetubuhan antara kediktatoran dan agama terjadi di depan mata kita tapi sangat sedikit yang mampu, mau dan memilih untuk merajam mereka.



Minggu, 22 Mei 2011

PERTENGKARAN

Pagi ini tanggal 23 mei 2011, pertengkaran terjadi antara aku dan kedua orang tuaku. sebenarnya ini sudah kuhindari tapi tetap saja itu terjadi layaknya sebuah pepatah tua yang sudah kadaluwarsa yang berbunyi, "Banyak Jalan Menuju Roma". seperti itulah kiranya kalau mau menurut pepatah tinggal di ganti sedikit redaksi kalimatnya menjadi "Banyak Cara Untuk Memulai Pertengkaran".

sebenarnya aku enggan untuk meladeninya tapi semakin aku diamkan semakin tinggi menjulang pemahaman negatif kedua orang tuaku terhdapku dengan caraku untuk memilih diam dan tidak berkomentar apa - apa.

pertengkaran ini memang awalnya dimulai saat aku kembali dari perjalan singkatku ke Manado. niatanku untuk pergi ke Manado sebenarnya untuk refreshing ternyata sia - sia saja dan tentu saja Manado bukan tempat yang tepat untuk melakukan yang berhubungan dengan refreshing, dan itu kusadari setelah dalam jangka waktu seminggu aku di Manado.

aku kembali ke Gorontalo bersama seorang teman yang di mata orang tuaku bukanlah teman yang bisa menunjukkan jalan buatku ke masa depan. aku bisa menerima pendapat mereka soal itu dalam artian selama itu tidak dibesar - besarkan saja. maklum saja kehidupan sosial masyarakat kita sudah terlanjur terkontaminasi oleh tontonan infotainment yang kerjanya membesar - besarkan masalah orang lain yang tidak punya hubungan apa - apa.

di hari kepulanganku, teman yang kuajak ke Gorontalo itu sudah memperingatkan akan segala resiko yang akan dihadapi nanti kalau orang tuaku melihatku datang bersama dia. tapi peringatan temanku tidak kugubris. aku tidak peduli dengan resiko, aku sudah terlanjur terbiasa menanggung resiko sejak aku merasa muak terhadap kehidupan kampus sehingga memutuskan untuk berhenti kuliah.

hari pertama kepulanganku, keadaan masih berjalan seperti biasanya. begitupun hari kedua, ketiga dan keempat. Tapi di hari kelima, ketika hari masih pagi, pertengkaran pun di mulai. aku tidak lagi mengingat bagaimana pertengkaran antara aku dan orang tuaku itu terjadi. semua serba gelap. mulai di hari itulah keadaan sudah tidak lagi kondusif  buat aku dan temanku. handuk temanku yang di jemur di luar, dimana pada awalnya di gantung di tali jemuran punsudah berpindah ke lantai yang basah. Aku memungut handuk itu dan menggantungkannya lagi di tali jemuran. malamnya saat aku hendak mandi setelah selesai bepergian bersama temanku itu saat akan mengambil handukku sendiri kulihat handuk milik temanku sudah berpindah letaknya bersama kain yang biasa dipakai untuk mengepel lantai. aku ingin marah tapi aku tak mau menuduh siapa - siapa dan kejadian soal handuk yang tiba - tiba berpindah tempat sepert disengaja aku diamkan saja meski ada amarah yang begitu besar dan ingin segera dikeluarkan. 
keanehan itu tidak berhenti sampai disitu, selain handuk yang menjadi "sasaran" hal aneh pun terjadi di sandal temanku. yang ku ketahui, kami menaruh sandal kami di teras rumah tapi yang mengherankan dan menjadi pertanyaanku adalah "kenapa sandal temanku selalu berpindah tempat?" kalau soal berpindah tempatnya secara teratur itu tidak masalah tapi ini sungguh terlihat seperti sesuatu yang disengaja. untuk lebih jelasnya seperti ini, suatu kali aku melihat sandal temanku yang sebelah kanan sudah bertengger di sebuah pot yang terletak di teras rumahku semenara yang satunya lagi setelah ku cari - cari ternyata sudah masuk kedalam got yang berair. aku hanya mendiamkan dan kali ini dalam hati aku mengucapkan kata - kata makian yang kukuasai. 
kali ini, hatiku langsung menuduh orang tuaku. tak ada tawar menawar lagi. otoritas mereka sebagai orang tua sudah sangat keterlaluan. sungguh sangat jauh dari tampilan keseharian mereka yang rajin beribadah dan hampir tak pernah absen mendengarkan ceramah agama dari siaran radio maupun televisi. tapi sayang selama aku memperhatikan kebasaan mereka mendengarkan ceramah agama dari dua media tersebut tak pernah aku mendengar sedikitpun ceramah soal bagaimana memperlakukan tamu layaknya Rasulullah memperlakukan tamu - tamunya. jadi, aku masih bisa memakluminya bila kelakuan mereka itu terinspirasi dari tontonan sinetron murahan. 

Rabu, 14 Juli 2010

KISAH DUA EKOR ANJING BODOH

Di suatu malam, dua ekor anjing berjanji bertemu untuk memadu kasih, ditempat yang telah mereka sepakati seekor anjing betina menunggu dengan gelisah karena anjing jantan yang menjadi kekasihnya belum juga datang sampai beberapa jam kemudian datanglah anjing jantan dengan tergopoh – gopoh. Anjing betina yang sudah sekian lama menunggu langsung memarahi anjing jantan dan setelah puas memarahi si anjing jantan, anjing betina itupun diam. Sementara itu, anjing jantan berusaha merayu dan memohon kepada anjing betina agar mau memaafkannya tapi si anjing betina tetap diam dan mengacuhkan semua rayuan dan bujukan anjing jantan tadi. Merasa tidak dipedulikan semua usahanya meledaklah amarah  si anjing jantan, dia berkata kepada anjing betina, “baik….!!!. Kalau kau tetap tak memaafkan aku maka lebih baik aku pergi. Lebih baik aku pergi ketempat teman – temanku yang sedang berpesta daripada aku harus mengadapi anjing keras kepala seperti kau !!!”. Setelah mengatakan itu, si anjing jantan pun pergi, kini anjing betina merasa bersalah setelah ditinggal pergi oleh si anjing jantan. Dalam  ketermenungannya, dia akhirnya memutuskan untuk pergi menyusul kekasihnya si anjing jantan tadi. Anjing betina berlari sambil berurai air mata penyesalan sampai di sebuah jalan yang sunyi dia melihat sesosok tubuh yang terkapar, terdengar suara yang keluar tersendat – sendat mengerang kesakitan. Anjing betina tadi mendekati dengan perlahan – lahan sampai saat jarak yang begitu dekat dengan tubuh yang terbaring tak berdaya itu, dia mendapati bahwa tubuh itu adalah tubuh dari anjing jantan kekasihnya. Air matanya lebih keras keluar, dengan sesenggukkan si anjing betina bertanya kepada anjing jantan apa yang terjadi. Anjing jantan dengan sisa kekuatannya, menunjuk sebuah benda berbentuk wadah kecil, anjing betina pun segera mengalihkan perhatian ke arah benda yang di tunjuk oleh anjing jantan. Anjing betina mengendus cairan yang ada dalam wadah itu dan melihat sepintas sebuah tulisan di sisi wadah dan kini akhirnya dia tahu apa yang terjadi pada anjing jantan kekasihnya, sambil berkata, “dasar anjing bodoh. Air aki kadaluwarsa kau minum juga” sambil menoleh ke arah anjing jantan kekasihnya yang kini sudah menjadi mayat.   


  

Kamis, 08 Juli 2010

SURAT KELUH BUAT SEORANG SAHABAT

Sabtu,29 Mei 2010

"sbb,minta maaf ana blm bs dtg.,
coz lagi mati lampu,.................
......................................
...................................."

coba kau ingat lagi kalimat di atas itu. sengaja tidak kutuliskan sepenggal kalimat sisanya sebab itu terlalu privacy sifatnya.

kami sahabat - sahabat mu yang dulu pernah berjalan seiring sering merindukan hadirmu. meski kami tak tahu apakah kau juga masih menyimpan rasa yang sama seperti yang kami rasakan terhadapmu.

tak ada lagi kata yang pantas untuk meminta waktumu sedetik saja. dan bila sedetik itu terlalu berharga buatmu maka ajarkan kepada kami ukuran waktu yang lebih sedikit dari detik itu.

sengaja ku tulis ini sebab aku melihat mereka, sahabat - sahabatmu juga menyimpan rindu dengan balutan risau hati tentang dirimu.

semua berpulang padamu dan semua pun terpulang pada kami, sahabat - sahabatmu dari zaman yang mungkin meninggalkan tanda di memori otakmu atau mungkin pula telah kau bersihkan tanda itu seiring pula dengan pergantian zaman.

ini sekedar penggalan risau rindu sahabat - sahabatmu yang coba aku tuliskan.

sekian.

Rabu, 07 Juli 2010

ANAK DAN ORANG TUA

Sesungguhnya terdapat sebuah rahasia diantara mereka yang tak pernah tersepakati sebelumnya sebagai sebuah rahasia yang harus di simpan. Rahasia itu ada dengan sendirinya dan tak akan pernah hilang ataupun musnah meski mereka tak lagi ada di dunia.

                                                                                                                           Batu Kota, 07 - 06 - 2010