Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

SENADA SEIRAMA



disini
kita mulai lagi
dibawah matahari
dibawah pengaruh jamur tai sapi
kita membakar semua keangkuhan yang tegak berdiri
membunuh mereka yang tak tahu apa arti, sedih
mari sekali lagi
buat mereka ternganga dengan menyimpan benci
sebabproperti mereka sudah kita habisi


                                                                                Gorontalo, 22 - 02 - 2012                                          

Senin, 23 Mei 2011

CINTA DAN PEMBERONTAKKAN

Untuk bisa memberontak kita memerlukan cinta
Agar pemberontakkan menjadi lebih manis terasa
Bila tak percaya, bacalah kisah Qays dan Layla

24 Mei 2011

PUISIMU ITU

Percayalah....

Puisi yang kau buat sendiri untuk kekasihmu bisa membuat ribuan puisi cinta yang pernah di tuliskan oleh banyak penyair ternama menjadi tak berguna, asalkan kau mampu meresapi setiap inci dari rasa cinta kekasihmu

Yakinlah.....



24 Mei 2011

PADA ANGIN

Tlah kutitipkan pesan rindu untukmu pada angin senja yang berhembus

CUKUP SAJA

Cukup saja
Kau mencintai puisi karena aku
Jangan sampai kau mencintaiku karena puisi



23 Mei 2011

Minggu, 22 Mei 2011

SUSUNAN KALIMAT YANG BUKAN PUISI ATAUPUN SAJAK TAPI KUNAMAKAN INI PUISI BIN SAJAK

Dalam gundah ku kenang luka
Nestapa membiru tak bersudah
Ada dalam kata yang tak pernah terkata
Bila di tuliskan dia tak akan pernah terbaca

Dalam nestapa gundah melanda
Menengadah muka lukapun ternganga
Terhadap matahari aku berkata
Jangan kau bagi sinarmu padaku pagi ini

Tua pun datang muda pun pergi
Hujan kemarin masihlah sama
Begitupun juga dengan bintang dan rembulan
tetap jadi cermin buat matahari

kulihat sampah di sumpah serapah
menengadah tangan hinaan pun muntah
hendak berkata “ini kerjaku, ini bisaku”
tapi apa hendak di kata sang pemberi pun enggan mendengar dalih

lalu......

pergi berlalu tinggalkan muntahan sumpah yang membuat luka
membuat prahara
menjadi tontonan disatu masa
menjadi cemoohan dimana – mana

yang muda mati disantap mode
yang tua hidup menyantap mode
ini barulah dunia
semakin tua semakin menggila
semakin uzur semakin berpendar
semakin keriput semakin mengkilat
sebab setiap hari operasi plastik

gundahku tak habis – habis
sebab itu kutulis semua tak berurut dan semoga tak bikin dahi mengkerut

Kamis, 19 Mei 2011

TANYA TENTANG KENANGAN

Kita pernah menyusuri jalan ini
Dengan langkah kaku
Dengan lidah kelu
Dan hati penuh malu

Adakah kau mengingatnya barang sekali saja?
Meski yang bersamamu kini bukan aku


GTLO, 20 Mei 2011

Minggu, 15 Mei 2011

DIARY KENANGAN

Disampingku kau duduk
Bersandar penuh manja di bahuku
Kita begitu dekat
Namun sayang bagiku, jarakmu terlalu jauh untuk kudekati dengan sebuah kalimat
Aku mencintaimu


15 Mei 2011

Selasa, 10 Mei 2011

THREE YEARS AGO

itu hanya masa lalu
itu hanya hayalan kelu
dan itu hanya bayangan rindu
SEMU.............





TANPA TANGGAL,BULAN, DAN TAHUN KAPAN DI TULIS SEBAB INI SUDAH ADA SEJAK "THREE YEARS AGO"

PUISIKU AIR MATAMU

Puisiku tak mungkin bisa menyeka air matamu yang sudah terlanjut meleleh
apalagi untuk menghapus jejaknya

dan puisiku ini kutulis untuk sekedar menjadi teman tangismu sepanjang malam
agar kau bisa bergembira dengan air matamu

Minggu, 22 Agustus 2010

DI DEPAN HUJAN

di depan hujan sore ini yang memaksaku harus berteduh di seberang jembatan di sebuah kios kecil
aku bertanya lagi kepada hujan
tentang semua yang kulakukan sepanjang hidupku yang hanya bisa tahu dan bicara soal orang - orang kecil
yang merana, yang kedinginan dan yang tidur beralaskan kardus
tak ada jawaban selain bertambah lebat jatuhnya hujan

aku menunduk sambil menghisap rokok terakhirku dan lagi ku bertanya
kali ini bukan kepada hujan yang marah tapi kepada hatiku sendiri
pertanyaan yang sama yang kutanyakan pada hujan sore ini
jawabannya tetap tak ada



(sepenggal catatan dari perjalanan sore saat hujan turun di Ulapato)
18 - 08 - 2010

HUJAN KENANGAN (Pertemuan Tak Terduga)

Lama sudah kita tak bertemu, Bu
dan muridmu yang dulu pernah kau ajari kini berada di depanmu
meski kau tak lagi lekat mengenalku
tapi aku, muridmu tak pernah akan melupakanmu
maka biarkan aku mencium tanganmu yang dulu penuh kapur
sekali saja
di tengah syahdu irama hujan sore yang semakin keras yang menjadi musik pengiring pertemuan kita

                                                                                                                                                                                             ILOTIDEA, 19 - 08 - 2

AKHIR KISAH

Sayang...
Setahun telah terlalui dengan penuh nada sendu nan syahdu

Saatnya kini bagì kita untuk segera mengakhiri jalan kisah kita ini dengan manis meski manìsnya tak seperti kisah dalam dongeng

Sebelum terbawa senja yang tak kan mungkin kembalì

Mari sayang...
Genggam erat tanganku seerat yakinmu untuk pergi bersamaku dari kisah masa ini

20-08-2010

Rabu, 18 Agustus 2010

DI DEPAN HUJAN

di depan hujan sore ini yang memaksaku harus berteduh di seberang jembatan di sebuah kios kecil
aku bertanya lagi kepada hujan
tentang semua yang kulakukan sepanjang hidupku yang hanya bisa tahu dan bicara soal orang - orang kecil
yang merana, yang kedinginan dan yang tidur beralaskan kardus
tak ada jawaban selain bertambah lebat jatuhnya hujan

aku menunduk sambil menghisap rokok terakhirku dan lagi ku bertanya
kali ini bukan kepada hujan yang marah tapi kepada hatiku sendiri
pertanyaan yang sama yang kutanyakan pada hujan sore ini
jawabannya tetap tak ada



(sepenggal catatan dari perjalanan sore saat hujan turun di Ulapato)
18 - 08 - 2010

Selasa, 13 Juli 2010

RITUAL PERJALANAN

simpan dulu semua tanya
tentang jalan yang tak berujung
meski umur rasanya tinggal setiang

hendaklah kau bertanya
tentang kerjamu sepanjang jalan
agar nanti ujungnya nampak
kau takkan pernah menyesal

hendaklah pula kau belajar
dari semua hal sepanjang jalan
tentang musim yang silih berganti
tentang bunga yang mekar dan layu
tentang air yang pasang dan surut
tentang dirimu yang melihat semua itu

Kamis, 08 Juli 2010

SANG PENULIS PELANGI ITU TELAH PERGI

UNTUK AT.MAHMUD (3 februari 1930 – 6 juli 2010)

kau pergi 
menemui sang pelukis agung
yang telah menggambarkan lukisan pelangi untuk dituliskan dan dinyanyikan olehmu, oleh anak-anak di seantero nusantara ini

kau pergi
meninggalkan pelangi yang pernah kau tunjukkan kepada anakmu kemarin
meninggalkan keindahan syair yang tak lekang waktu
meninggalkan merah kuning hijau di hati kami, di bibir kami

kau pergi
tapi tulisan pelangimu tak akan pernah pergi
dari ingatan kami

begitupun juga dengan adanya dirimu

                              Manado, 08 - 07 - 2010

BENTENG MUARA

dan dia tetap saja kokoh menembus zaman
meski terasing di belantara data kata
atau dari ingatan kecil kita tentang sejarah kedatangan para pengelana dari barat ke tanah ini

13 Mei 2010
benteng orange
lokasi Kwandang, Kab. Gorontalo Utara

BILA RINDU INI MEMANG UNTUKMU

Biarlah dia tenang bersemayam dalam kelam
Tak perlu ku adu bersama rindumu
Ku biarkan dia menyatu bersama pelangi pagi ini

                                    Kaputi Indah,10-02-2010

Selasa, 06 Juli 2010

SEJATINYA RINDU CINTA

Sejatinya rindu bukan pada ucapan, melainkan pada pelukan
Sejatinya cinta bukan pada pertemuan, melainkan pada keterpisahan
4 mei

Selasa, 22 Juni 2010

SIAPA KITA (sebuah komentar buat tulisan seorang kawan)

Benarkah kita hari ini adalah kita yang kemarin dulu ?
Bukan
Iya
Bukan
Bukan iya juga iya bukan

Kita sudah berubah begitupun adanya nyata hari ini
Masa lalu kita yang berpelangi di uji hari ini
Bukan tentu saja bukan
Bukan membuat kita seperti layaknya mereka
Dimana pertemanan hanyalah dongeng belaka
Dan pertarungan antara kita itulah yang nyata
Hingga batas pertemanan dan pertarungan adalah hayalan belaka

Kisah perang saudara, pandawa dan kurawa bukanlah sebuah jalinan tali takdir manusia
Begitu pun kisah perang saudara Hulondalo dan Limutu
Bukan tentu saja bukan
Bukan benang merah yang tidak bias tidak untuk di putus

Sekali lagi
Benarkah kita hari ini adalah kita yang kemarin ?
Kuharap pelangi kita kemarin masih tetap ber – mejikuhibiniu

Manado, 22 Juni 2010